laporan praktikum titik beku larutan naftalen
LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA
TITIK BEKU LARUTAN
NAFTALEN
DISUSUN OLEH :
RAHMAWATI
KELAS XII IPA 3
SMA NEGERI 1 CIBINGBIN
ALAMAT: JALAN RAYA SUKAMAJU NO.34a KEC CIBINGBIN KAB KUNINGAN 45587
1.JUDUL PRAKTIKUM
“Mengetahui titik beku naftalena”
2.TUJUAN
·
Mengetahui
titik beku naftalena
·
Mengetahui
bagaimana penambahan zat terlarut dapat menurunkan titik beku
3.LANDASAN TEORI
Titik beku suatu zat cair adalah suhu
dimana zat cair tersebut berubah wujud padat. Selama proses pembekuan berlangsung
tidak terjadi perubahan suhu. Jika zat non volatile (sukar menguap) di larutkan
ke dalam pelarut tertentu , maka pelarut tersebut akan membeku pada suhu yang
lebih rendah. Besarnya penurunan titik beku bergantung pada zat tertentu.
(Anonim.2011)
Menurut Raoult, penurunan titik
beku larutan berbanding lurus dengan konsentrasi larutan.
∆Tb = Kb.m
atau ∆Tb = n.Kb
m = gr x 1000 . Kb
Mr P
Keterangan:
∆Tb =
menyatakan penurunan titik beku larutan.
n = menyatakan jumlah mol larutan.
P = menyatakan berat pelarut dalam satuan
gram.
Kb = menyatakan tetapan penurunan titik beku
molal pelarut.
gr = menyatakan massa zat yang terlarut
m = menyatakan molalitas
Tekanan uap
suatu komponen yang menguap dalam larutan sama dengan tekanan uap komponen
murni dengan fraksi mol komponen yang menguap dalam larutan, pada suhu yang
sama. Misalnya komponen A:
PA = POA
. XA
Dimana :
PA = tekanan uap di atas larutan
XA = fraksi mol
POA =
tekanan uap A murni.
(Anonim.2011)
Dengan kata
lain, bunyi hukum ini : “Tekanan uap parsial komponen A dalam larutan
berbanding lurus dengan fraksi mol dan tetapan perbandingan adalah tekanan uap
komponen A murni". (Anonim.2011)
Hukum Raoult
dasar dari empat macam sifat larutan encer yang di sebut sifat koligatif. Kata
koligatif berasal dari bahasa latin colligare yang berarti berkumpul bersama,
karena sifat ini bergantung pada pengaruh kebersamaan (kolektif) semua partikel
dan tidak pada saat dan keadaan partikel.
Keempat
sifat koligatif yaitu :
1. Penurunan tekanan uap (∆P)
2. Kenaikan titik didih (∆Tb)
3. Penurunan titik beku (∆Tf)
4. Tekanan osmotik
(Achmad.1996)
Sebagai
akibat dari penurunan tekanan uap, maka terjadi kenaikan titik didih. Suhu
dimana tekanan uap larutan sama dengan tekanan atmosfer disebut titik didih
larutan. Dapat disimpulkan bahwa :
1. Pada tekanan tetap, kenaikan titik didih
dan penurunan titik beku suatu larutan encer berbanding lurus dengan
konsentrasi massa.
2. Larutan encer semua zat terlarut yang
tidak megion, dalam pelarut yang sama dengan konsentrasi molal yang sama
mempunyai titik didih atau titik beku yang sama, pada tekanan yang sama.
(Sukry.1999)
4.ALAT DAN BAHAN
·
Tabung
Reaksi
·
Termometer
·
Pengaduk
·
Stop
Watch
·
Kaca
Arloji
·
Penjepit
Tabung
·
Pembakar
Bunsen
·
Kapur
Barus (naftalene)
5.CARA KERJA
1.
Masukan 3,5 gram serbuk kapur barus dalam tabung reaksi.
2.
Dengan penjepit, panaskan kapur barus di atas api bunsen hingga melebur
3.
Letakan thermometer pada tabung reaksi denga bolanya beraa dalam kapur
barus cair.Gunakan pengaduk untuk menghindari pendinginan.
4.
Baca dan catat suhu setiap 30 detik (lakukan sampai 10 menit atau 20
data)
6.HASIL PENGAMATAN
|
NO
|
Detik Ke
|
Suhu
|
|
1
|
0
|
85
|
|
2
|
30
|
84
|
|
3
|
60
|
82
|
|
4
|
120
|
79
|
|
5
|
180
|
79
|
|
6
|
240
|
79
|
|
7
|
300
|
77
|
|
8
|
360
|
76
|
|
9
|
420
|
73
|
|
10
|
480
|
66
|
|
11
|
540
|
60
|
7.PENGOLAH DATA
Pertanyaan
1.
Buat grafik antara suhu dengan waktu ,dengan suhu sebagai ordinat dan
waktu sebagai absis
2.
Berapa titik beku kapur barus?
3.
Buat kesimpulan berdasarkan apa yang telah kalian lakukan dan diskusikan
dengan teman kalian
Jawaban
1.
2. 79˚C
8.KESIMPULAN
Setelah
dilakukan pengamatan dan diperoleh hasil pengamatan maka dapat disimpulkan
bahwa penurunan titik beku adalah temperature pada saat larutan setmbang dengan
pelarut.
Besarnya
penurunan titik beku larutan akan sebanding dengan kemolalam larutan,sifat
sifat larutan seperti rasa,warna ,PH, dan konsentrasi zat pelarut
Pada
penentuan penurunan titik beku naftalena pada proses pembekuan kembali larutan
naftalena dari detik 300-540 penurunan suhunya tidak teratur
9.DAFTAR PUSTAKA
rosianah95.blogspot.com
Achmad hiskia. 1996. Kimia larutan. Bandung : PT.CITRA
ADITYA BAKTI.
S.sukri. 1999. Kimia dasar II. Bandung : ITB.
Purba Michael.2004.kimia berbasis kompetensi.Jakarta :
ERLANGGA.
Anonim.2011.http://sugondopratikto.blogspot.com/2011/06/v-behaviorurl
defaultvmlo.html Diakses pada tanggal 12
Desember 2013 pukul 22:11 WIB
10. LAMPIRAN-LAMPIRAN
Komentar
Posting Komentar